taman simalem resort adalah tempat wisata di Desa Merek, Kabupaten Tanah Karo, yang menjanjikan keindahan Danau Toba secara eksclusif.
Sudut Danau Toba dari Simalem Resort, Merek, Sumatera Utara, memang tidak ada habisnya. Pesonanya selalu berbeda dari sudut mana saja.
Taman Simalem Resort merupakan salah satu destinasi yang menawarkan kegiatan refreshing yang spesial, jadi bukan hanya melihat view Danau Toba secara eksclusif tapi juga menikmati fasilitas taman bunga mengagumkan hingga kebun buah serta ekosistem hutan pinus yang tak kalah indah
Dengan luas area yang mencapai 206 hektar,taman simalem resort menjadikan cocok untuk rekreasi keluarga anda, kegiatan refreshing rekan kantor hingga praktik atau kegiatan alam pelajar dan mahasiswa.
Taman ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasinya yang dekat dengan Danau Toba membuat taman ini menjadi incaran para wisatawan untuk menikmati pemandangan Danau Toba.
Konsep beberapa area disini didesain mengikuti keadaan alam yang ada. Barisan pohon pinus, pohon besar hingga kebun stroberry, marqisa dan sayuran menjadi pemandangan yang lazim di alam terbuka Taman Simalem Resort.
Fasilitas pendukungnya juga cukup lengkap, plus dekat dengan area
Danau Toba. Dengan penawaran fasilitas dan area view yang menakjubkan
sudah tentu harga tiket, makanan, penginapan dan suvenir di sini tidak
murah. Ya semua itu sebanding dengan pelayanan dan fasilitas yang ada.
Dengan menginap di Simalem Resort , aktifitas menjelang pagi, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit, ditemani dengan sejuknya udara di bukit dengan view Danau Toba. Penginapan eksclusif ini berkisar Rp 500 ribu hingga 1 jutaan tergantung fasilitas kamar yang disediakan.
Memasuki gerbang taman simalem resort, pemandangan pepohonan yang asri dengan vegetasi pohon pinus, di sisi kanan kiri jalan ditanami dengan kayu manis menjadi pemandangan pembuka.
Kemudian mulai menjelajah lokasi lainnya, dimulai dengan mendapati tugu air mancur sebagai patokan pusat dari kawasn taman simalem resort, yang membelah kawasan yang masing-masing mempunyai fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan sebagai alternatif selain melihat view Danau Toba.
Dengan menginap di Simalem Resort , aktifitas menjelang pagi, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit, ditemani dengan sejuknya udara di bukit dengan view Danau Toba. Penginapan eksclusif ini berkisar Rp 500 ribu hingga 1 jutaan tergantung fasilitas kamar yang disediakan.
Memasuki gerbang taman simalem resort, pemandangan pepohonan yang asri dengan vegetasi pohon pinus, di sisi kanan kiri jalan ditanami dengan kayu manis menjadi pemandangan pembuka.
Kemudian mulai menjelajah lokasi lainnya, dimulai dengan mendapati tugu air mancur sebagai patokan pusat dari kawasn taman simalem resort, yang membelah kawasan yang masing-masing mempunyai fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan sebagai alternatif selain melihat view Danau Toba.
Jadi seperti memetik di kebun sendiri, terlebih lagi wisatawan bisa puas berfoto saat melakukan pemetikan buah dan sayur.Di arah timur kawasan simalem ini terdapat Karo Agrotourism Farm & Mart, merupakan pusat penelitian, pengembangan dan penjualan bunga, buah dan sayuran.
Dedi Nelson, humas Taman Simalem Resort menuturkan sayuran yang ditanam pada kebun dapat dipilih sendiri dan kemudian dibayar pada kasir yang tersedia.
Ada Pangambatan Valley, berada di sebelah barat, wisatawan dapat melihat perkebunan Biwa dan Markisa, pusat pembibitan bunga (flower nursery), yang memiliki pondok-pondok di tepi sungai untuk berpiknik.

- Di arah timur kawasan simalem ini terdapat Karo Agrotourism Farm & Mart, merupakan pusat penelitian, pengembangan dan penjualan bunga, buah dan sayuran. Sayuran yang ditanam pada kebun sayuran ini dapat kita pilih sendiri dan kemudian kita bayar di Agro Mart.
Pearl of Lake Toba merupakan lokasi favorit bagi wisatawan untuk berfoto dengan panorama Danau Toba sebagai backgroundnya. Di lokasi ini juga sering menjadi lokasi photo shoot bagi pasangan yang akan menikah untuk melakukan pre wedding photo.
Pada tanggal 21 - 23 Januari 2012 saya berkesempatan mengikuti famili gathering yang dilaksanakan di Taman Simalem Resort yang terletak di Jalan Raya Merek-Sidikalang Km 9. Taman Simalem Resort merupakan salah satu ekowisata yang terletak di perbukitan barat laut Danau Toba, salah satu danau vulkanik yang terdalam di dunia. Perjalanan ke Taman Simalem Resort dapat ditempuh dalam 2,5 - 3 jam melalui perjalanan darat dari kota Medan atau dapat juga dicapai lebih kurang 45 menit perjalanan dari kota wisata Berastagi.
Kawasan ekowisata Taman Simalem Resort berada dalam kawasan seluas 206 hektar dan berada pada ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Kawasan ini dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata di Sumatera Utara yang menggabungkan konsep pertanian (agrowisata) dengan luas lebih dari 25 hektar dan kegiatan ekowisata di dalam satu kawasan terpadu. Simalem dalam bahasa batak karo berarti sejuk dan nyaman, sangat sesuai dengan alamnya. Panorama di Taman Simalem Resort sangat indah, berhawa sejuk dan memiliki view yang bagus ke Danau Toba.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 35 km dari Kabanjahe, akhirnya kami sampai di gerbang security check Taman Simalem Resort. Beberapa petugas menyambut kami dan seorang petugas wanita dengan ramah memberi tahu tarif masuk yang dihitung berdasarkan ukuran mobil. Tarif masuk untuk mobil dikenai biaya Rp. 250.000,- sudah termasuk beberapa voucher untuk membelimakanan, minuman dan bermain di wahana outbound Denah Kawasan Taman Simalem Resort Melewati gerbang security di sepanjang jalan kami menikmati pemandangan hutan yang asri dengan vegetasi pohon pinus, di sisi kanan kiri jalan ditanami dengan cinnamon (kayu manis) yang terawat rapi menambah keasrian jalan menuju gapura utama Taman Simalem Resort. Di sisi kanan gapura terdapat gedung reception dan pusat informasi.
Fasilitas yang paling menarik dan unik yang terdapat di kawasan ini adalah "Amphitheater", yaitu sebuah theater terbuka yang lokasi panggungnya seakan-akan tepat berada di tepi Danau Toba. Lokasinya sangat sangat indah, penonton akan melihat panggung dengan pemandangan Danau Toba sebagai latar belakangnya. Dari beberapa kali mengunjungi theater ini, saya melihat pihak pengelola melakukan perubahan pada tepi panggung yang menghadap ke Danau. Dahulu tepi panggung diberi pembatas kaca transparan sehingga panggung terlihat menyatu dengan Danau. Mungkin untuk alasan keamanan sekarang tepi panggung diberi pembatas dinding batu dengan tetap memberi aksen kaca pada jarak-jarak tertentu. Menurut informasi yang saya peroleh sayangnya sampai saat ini belum pernah dilakukan pertunjukan di Amphitheater ini

